Penciptaan manusia dari tanah, ditinjau dari sisi Sains dan Tafsir Ilmi

Penciptaan manusia dari tanah

Allah SWT menciptakan nenek moyang manusia, yaitu Adam, dari bahan yang sangat sederhana, yaitu tanah. Manusia yang sekarang ini, menjadi besar dan dewasa juga dari saripati tanah, dan berbagai zat yang ditumbuhkan dari tanah. 

Bagaimana Tafsir ilmi menjelaskan hal tersebut ? Temukan Fakta ilmiahnya..


Sebagaimana tertulis pada Surah Al An'aam : 2 di atas, Allah-lah yang menciptakan manusia keturunan Adam ini dari saripati tanah. Setiap kejadian manusia pasti mengandung unsur tanah.

Jika diperhatikan proses kejadian manusia, lebih jelas lagi bahwa kejadiannya dari tanah.

Kejadian manusia dalam Rahim di awali dari nutfah, yaitu percampuran sel sperma laki-laki dengan sel telur (ovum) dari perempuan. Nutfah yang sudah bercampur itu berkembang menjadi janin, disebabkan ber-asimilasi dengan zat makanan.

Sel hidup itu tersusun dari zat-zat yang bermacam-macam, dan hakikatnya terdiri dari unsur kimiawi yang mati, seperti zat besi dan zat air yang berasal dari tanah. Dari zat-zat  makanan ini pula terbentuk sel mati yang ada pada manusia atau hewan.

Dengan kodrat Allah Yang Maha Besar, unsur kimiawi yang mati itu menjadi sel hidup dan akhirnya menjadi manusia. SubhaanAllah...

Sampai saat ini, belum ada teori ilmu pengetahuan yang dapat menjelaskan secara langsung bagaimana penciptaan manusia dari tanah.

Tetapi secara tidak langsung, beberapa teori yang berkembang tentang asal kehidupan (origin of life) menerangkan bahwa tanah berperan sangat penting di awal proses penciptaan manusia. Adapun beberapa pendapat ilmuwan (scientist) tentang penciptaan manusia ada beberapa macam, diantaranya:

1. Abiogenesis
Yaitu penurunan kehidupan dari benda mati.

2. Biogenesis
Yaitu asal kehidupan dari kehidupan yang lain.

3. Teori Sup Primitive (Soup Theory)
Yaitu kondisi yang disimulasikan seperti keadaan awal terbentuknya bumi.

4. Clay theory
Teori ini lebih mendekati makna penafsiran dari ayat diatas.

5. Deep Hot Biosphere

6.   Primitive Extraterrestrial / ExoGenesis 
Yaitu asal kehidupan dimulai dari luar bumi.


Dari beberapa teori Abiogenesis yang berkembang, paling tidak dua diantaranya membicarakan kemungkinan asal kehidupan dari tanah (dan batuan). 

Clay Theory adalah merupakan teori dan penelitian yang paling mendekati terjemah ayat di atas. Clay theory di kembangkan oleh Graham Cairns-Smith (1985) semenjak tahun 1960an.

Maaf, Saya tidak bisa menulis semua penjabaran kajian ilmiah di atas dalam artikel ini, karena penjabarannya sangat detail, lengkap dan ilmiah sekali.

Penjabaran tentang pendapat-pendapat dan penelitian para ilmuwan di atas bisa Anda pelajari secara lengkap dalam Buku TAFSIR ILMI :  Seri Mengenal Ayat-ayat Sains dalam Al Qur’an, Jilid 1 : Penciptaan Manusia.


Sangat cocok untuk Anda yang senang mempelajari ilmu pengetahuan modern yang berlandaskan keimanan kepada Allah melalui ilmu yang diturunkan dalam Al Qur’an. Dilengkapi dengan gambar pendukung, sehingga belajar akan lebih menarik dan menyenangkan.
Artikel terkait : Lebih detail mengenai TAFSIR ILMI
Dalam Q.S. Al An’aam : 2  juga disebutkan bahwa Allah menetapkan waktu hidup manusia di dunia sampai datang waktu ajal atau kematiannya. Dan selanjutnya Allah juga menetapkan perjalanan sesudah kematian, yaitu dibangkitkan dari kubur pada hari kebangkitan.

Namun demikian, banyak diantara manusia yang masih ragu-ragu.

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ طِينٍ ثُمَّ قَضَى أَجَلا وَأَجَلٌ مُسَمًّى عِنْدَهُ ثُمَّ أَنْتُمْ تَمْتَرُونَ

" Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian Dia tentukan ajal (kematianmu), dan batas waktu tertentu yang hanya di ketahui oleh-Nya, Namun demikian kamu masih meragukannya."
[ Q.S. Al An’aam : 2 ]

Manusia yang ragu tentang dibangkitkannya manusia nanti di hari kiamat adalah didasarkan pada pikirannya yang pendek dan sederhana. Yaitu bagaimana mungkin manusia yang sudah mati dan tubuhnya hancur menjadi satu dengan tanah, bisa dibangkitkan kembali.

Bahkan jasad-jasad manusia terdahulu sudah menjadi zat bagi tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang kemudian dimakan oleh manusia generasi berikutnya, sehingga menjadi  daging dan kekuatan bagi manusia lainnya.

Padahal, jika Allah kuasa menciptakan sel hidup dari zat-zat mati, mengapa menganggap Allah tidak kuasa membangkitkan manusia pada hari kiamat ?

Bukankah pada proses kejaian manusia itu sendiri terdapat bukti nyata yang menunjukkan kekuasaan Allah untuk mengadakan hari kebangkitan ?

Pelajari tentang bagaimana hari Kiamat itu dalam buku TAFSIR ILMI, Jilid 14 : Kiamat.


Miliki Paket Buku TAFSIR ILMI ini


Untuk Informasi dan pemesanan, hubungi : 

Mas Priyo

SMS / Telp : 087-837-833-777

Whatsapp : 088-225-363-321


Paket Buku yang menjabarkan ayat-ayat Sains dalam Al Qur’an, yang dijelaskan ilmuwan muslim dari LIPI dan Ahli Tafsir senior Kementerian Agama RI.

Semoga bermanfaat..
Mari berbagi Ilmu..

Share this

Artikel Terkait

Previous
Next Post »