Kisah si Fulan dan Kehidupannya. Untuk Kita Renungkan..

Sebuah Kisah renungan.. Kisah si Fulan dan Kehidupannya.Yang gampang terharu jangan baca. insya Allah akan nangis..



Jika biasanya Kami ambil kisah hikmah dari Al Qur'an dan Hadits, kali ini Kami ingin menceritakan sebuah kisah hikmah yang berasal dari fiksi. Walaupun fiksi, namun kita dapat mengambil pelajaran pada ujung cerita..

Jadi ceritanya begini...

Alkisah, ada sebuah kerajaan. yang sangat besar dan makmur. Kerajaan tersebut di pimpin oleh seorang Raja yang sangat bijaksana dan pemurah.

Suatu hari,  Sang Raja membuat ribuan perahu kecil yang sangat indah untuk rakyatnya. Perahu itu di peruntukkan bagi rakyatnya yang ingin merasakan dunia di luar kerajaan yang selama ini di huni mereka. Masing - masing rakyatnya berhak memiliki satu buah perahu indah tersebut.

Pada hari yang telah di tentukan, perahu-perahu tersebut di lepas ke samudera yang luas.

Mereka mengarungi samudera yang luas. Melawan ganasnya ombak, panas terik, siang malam di samudera. Dan perahu-perahu itu berpencar satu sama lainnya.

Singkat cerita, ada sebuah perahu yang dimiliki oleh seorang pemuda tangguh bernama "Fulan" yang mengalami ganasnya ombak samudera. Perahu dan sang pemuda tersebut terombang-ambing, sehingga akhirnya terhempas dan terdampar di sebuah pulau yang indah.

Ternyata pulau tersebut berpenghuni dan cukup ramah terhadap pendatang. Singkat cerita, si Fulan pun menikah dengan Fulanah, dan dikaruniai tiga orang anak. 

Anak yang pertama, diberi nama Anis. Anak yang kedua, diberi nama Harben. Dan anak yang ketiga diberi nama Amsal.

Singkat cerita (lagi), Fulan pun beranjak tua..

Di masa tua dan tak berdaya itu, ia ingin kembali ke kerajaan asal dan ingin meninggal serta di kebumikan disana. Diapun ingin mengajak istrinya, Fulanah : " Maukah kamu ikut denganmu, wahai istriku..? " Pinta Fulan pada Fulanah.

Namun, ternyata Fulanah menjawab : " Maaf, suamiku.. Saya juga sudah renta, dan Saya ingin tinggal disini sampai ajal menjemput. Kamu pergilah, ajaklah ketiga anak Kita. Saya ikhlas jika mereka juga bersedia ikut denganmu "

Fulan kecewa, namun tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Fulan-pun memanggil anaknya yang pertama, Anis, dan mengajaknya. " Maukah kamu antar dan ikut denganmu untuk kembali ke kerajaan tempat asalku, wahai anakku Anis..? "

Namun ternyata, Anis menjawab : " Maaf ayah, Saya sudah punya urusan disini. Dan Saya sendiri sudah mempunyai keluarga di pulau ini. Namun Saya akan mengantar ayah sampai pintu gerbang pulau ini. Coba ajak adik-adik Saya, barangkali ada yang bersedia.."

Fulan tentu saja sedih mendengar jawaban Anis, namun ia masih mempunyai dua harapan pada kedua anaknya. Maka dipanggillah anaknya yang kedua, Harben, dan Fulan meminta kepada Harben : " wahai anakku Harben, Maukah kamu antar dan ikut denganmu untuk kembali ke kerajaan tempat asalku, ..? Lalu kita tinggal disana sampai ajal menjemputku.. "

Ternyata, jawaban Harben pun tak jauh beda dengan jawaban Fulanah dan Anis. Harben berkata :
" Maaf ayah, Saya sudah punya urusan yang teramat penting disini. Saya punya usaha yang berkembang pesat, yang tidak bisa di tinggalkan. Namun Saya akan mengantar ayah sampai ke pelabuhan pulau ini. Coba ajak adik Saya, Amsal. Barangkali ia yang bersedia.."

Hancur luluh perasaan Fulan mendengar jawaban Harben. Namun dia berusaha memakluminya. Harapan terakhir ada pada anak ketiganya. Dia sempat pesimis, dan berpikir : " Apa mungkin Amsal mau menemaniku..?" Pikir Fulan.

Dengan penuh harap, namun juga siap-siap kecewa, Fulan memanggil anaknya yang ketiga, dan Fulan memohon dengan menangis : " wahai anakku Amsal, Sesungguhnya ayahmu ini telah renta. Maukah kamu antar dan ikut denganmu untuk kembali ke kerajaan tempat asalku, ..? Lalu kita tinggal disana sampai ajal menjemputku.. "

Diluar dugaan, Amsal berkata kepada ayahnya : " Saya bersedia ayah..! Saya akan ikut dan tinggal dimanapun ayah mau. Dan Saya berjanji akan antarkan ayah ke kerajaan tempat ayah berada dengan selamat. "

Tentu Fulan sangat gembira dan bahagia mendengar jawaban dari anak ketiganya tersebut.

Hari yang di tunggu telah tiba, Fulan dan Amsal hendak berangkat ke kerajaan tempat asal Fulan dan akan menghadap Sang Raja yang bijaksana dan pemurah. Anis dan Harben sudah membuatkan perahu yang indah dan kokoh, serta tandu untuk membantu perjalanan Fulan menuju ke pelabuhan.

Sesuai janji masing-masing, istri Fulan ( Fulanah ) melepas dengan ikhlas kepergian Fulan. Anis dan Harben membantu mengangkat tubuh renta Fulan ke atas tandu.

Fulan di tandu menuju pelabuhan oleh Amsal dan Harben. Sementara Fulanah dan Anis hanya mengantar sampai ke gerbang desa, bahkan istrinya Fulanah, hanya sanggup mengantar sampai depan pintu rumah. Sedangkan Harben mengantar sampai pelabuhan saja..

Dan perjalanan dimulai... Fulan dan Amsal berjuang untuk bisa sampai ke kerajaan tempat asal Fulan. Mereka berjuang melawan ganasnya ombak samudera, panas dan dingin, siang dan malam.

Beruntung, Fulan mempunyai Peta dan Buku petunjuk yang diberikan oleh Sang Raja kepada Fulan sebelum dilepas di samudera dahulu. 

Dengan Peta dan Buku petunjuk itu, sampailah Fulan dan Amsal ke kerajaan tempat asal Fulan, dan mereka bisa menemui Sang Raja Yang Bijaksana dan Maha Pemurah.


=== TAMAT ===


Hikmah dan pelajaran dari Kisah di atas :

Sadarkah Anda, Fulan dalam kisah di atas itu adalah KITA...!!

Ya, SAYA dan ANDA semua..!

PERAHU adalah Kandungan Ibu kita, Rahim dan Plasentanya. Ibu kita yang mengandung kita dengan susah payah selama 9 bulan. Kita tidak keluar dari "perahu" selama kita di samudera lepas.

PULAU INDAH dan FULANAH adalah gambaran dari kehidupan kita di dunia. Kita bisa memiliki mereka, tetapi pasti akan kita tinggalkan itu semua. Kehidupan di dunia tidak bisa kita bawa di kehidupan akhirat.

Kerajaan tempat asal Fulan adalah gambaran dari kehidupan akhirat.

Cepat atau lambat, Kita semua pasti akan kembali kepada kehidupan akhirat.

Sang Raja yang Maha Bijaksana dan Pemurah, adalah gambaran dari Sang Khalik, Allah SWT, yang menciptakan manusia dan menjadikannya sebagai khalifatu fiil Ardh..

Anak pertama Fulan bernama ANIS, singkatan dari Anak Istri.

Anak Istri kita, keluarga kita, tentunya tidak bisa kita bawa ketika kita meninggal. Mereka paling hanya bisa mengantarkan jenazah kita sampai ke liang lahat. Bahkan ada beberapa yang cuma antar sampai depan pintu rumah saja, karena khawatir akan terus larut dalam kesedihan.

Mereka akan melanjutkan hidupnya. Dan tidak boleh kita meminta mereka untuk mati bersama kita. Tidak ada cinta sehidup semati dengan pasangan, tidak ada sayang sampai mati dari anak kepada orang tuanya. Jika ada adat dan kepercayaan untuk sehidup semati, maka itu adalah suatu kedzaliman. Wallahu a'lam...

Anak kedua Fulan bernama HARBEN, yaitu singkatan dari Harta dan Benda.

Harta benda yang kita punya, tidak dapat kita bawa ke kehidupan akhirat. Orang bisa saja mengubur perhiasan kesayangan atau uang ke dalam kubur kita. Namun ruh kita, tidak bisa memakai dan memanfaatkannya.

Atau kita bisa saja mengubur makanan favorit kedalam kubur kita. Namun jasad kita sudah tidak bisa memakan dan menikmatinya. Jasad kita sendiri juga bakal hancur dan kembali menjadi tanah.
Artikel terkait : Fakta ilmiah Penciptaan Manusia dari Tanah. 
Anak yang ketiga bernama AMSAL, yaitu singkatan dari Amal Saleh. 

Inilah yang dapat kita bawa bawa sampai di kehidupan akhirat. Insya Allah..

Amal saleh lah sahabat setia kita di dunia dan di akhirat..

Amal saleh lah yang bisa menyelamatkan kita di Hari perhitungan kelak..

Amal saleh dapat kita miliki kalau kita tahu ilmunya..

Peta dan Buku Petunjuk dalam kisah di atas adalah Kitabullah, Al Qur'aanul Kariim. Petunjuk yang datang dari Allah SWT, untuk kita jadikan pedoman dalam kehidupan di dunia dan akhirat. Insya Allah.. 


وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

" Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mengambil pelajaran ? " [ Q.S. Al Qamar : 17, 22, 32, 40 ]


Namun sayangnya, banyak orang yang malas untuk membacanya. Dan sekalipun bisa membaca Al Qur'an, belum tentu bisa mengetahui maknanya. Padahal ilmu Allah itu amat sangat banyak dijelaskan dalam Al Qur'an. Dan itu perlu bantuan Ahli Tafsir untuk bisa mengambil pelajaran yang terkandung di dalamnya.

Jangan khawatir, Kami ada solusi bagi Anda yang ingin bisa Baca Al Qur'an dan Maknanya. SILAHKAN KLIK DISINI UNTUK LEBIH JELASNYA.

Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua. Aamiin..

Silahkan BAGIKAN artikel ini.

JazaakAllahu Khairan Katsiiro...



Share this

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

4 comments

Write comments