Fakta ilmiah : Langit sebagai Atap, tertulis dalam Al Qur’an. Apa maksudnya ?

Anda percaya bahwa Al Qur’an berisi rahasia-rahasia ilmu pengetahuan dan rahasia alam semesta yang datangnya dari Allah SWT ? Terkandung dalam Ayat-ayat Al Qur’an yang mengandung ilmu pengetahuan, baik yang tersirat maupun yang lebih jelas. 

Itulah yang di sebut dengan ayat-ayat kauniyah..

Contoh dalam Kalimat dari Q.S. Al Baqarah : 22 disebutkan “Langit sebagai atap”, siapa yang mengira itu sebagai Ayat Kauniyah yang bisa dijelaskan secara ilmiah ?

Tafsir ilmi surah Al Baqarah ayat 22
Tafsir ilmi surah Al Baqarah ayat 22
الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
 
" (Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan (hujan) itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.”
[ Q.S. Al Baqarah : 22 ]

Hanya sedikit orang yang paham dan mengetahui fakta ilmiah ini..!

Anda beruntung mengetahui artikel ini dari teman Anda yang membagikan artikel-artikel dalam blog sederhana ini. Blog yang mengulas ilmu dan ajaran agama Islam, yang bersumber dari Al Qur'an.
Baca juga : Kitab TAFSIR ILMI 
Kami jelaskan TAFSIR ILMI dari kata : “Langit sebagai atap” saja ya..

Berikut penjelasan saintis / ilmuwan tentang langit sebagai atap.

Atap untuk sebuah bangunan terutama diperlukan agar penghuni yang tinggal di dalamnya terhindar dari hujan dan panas matahari. Dalam konteks ayat ini di atas, langit sebagai atap adalah perumpamaan yang ditunjukkan untuk bumi tempat kita hidup.

Tafsir ilmi Jilid 8 : Penciptaan Bumi
Tafsir ilmi Jilid 8 : Penciptaan Bumi

Tahukah Anda..?

Setiap saat, bumi yang kita huni ini dihujani benda angkasa yang antara lain adalah meteorit. 

Akan tetapi, sampai saat ini bumi tidak porak poranda karenanya. Hal ini disebabkan karena bumi ini di selimuti oleh gas atau udara yang bernama atmosfer. 

Sebelum sampai ke bumi, meteorit akan terpecah belah dan hancur saat memasuki atmosfer. 

Sebelum sampai ke atmosfer, sinar yang dipancarkan matahari pun memecahkan meteorit yang ada. Radiasi sinar matahari inilah yang dapat meledakkan meteorit dalam perjalanannya ke bumi dan kemudian diserap oleh lapisan Ozon. 

Dengan demikian atmosfer dan lapisan ozon merupakan selubung pengaman atau dengan kata lain boleh disebut sebagai atap bagi bumi.

SubhanAllaah...

Bumi tidak mungkin dihuni oleh makhluk hidup tanpa adanya atap tersebut.


Ayat lain yang menyatakan hal yang sama adalah Q.S. Al-Anbiya :32 yaitu :

وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوظًا وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ

" Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah SWT) itu (matahari, bulan, angin awan dan lain-lainnya). "
[ Q.S. Al-Anbiya :32 ]

Tebal atmosfer mencapai 560 kilometer, diukur dari permukaan bumi. 

Penelitian mengenai atmosfer dimulai dengan menggunakan fenomena alam yang dapat dilihat dari bumi, seperti warna-warna indah saat matahari terbit dan terbenam, dan kilapan cahaya bintang.

Dalam tahun-tahun belakangan ini, dengan menggunakan peralatan canggih yang ditaruh dalam satelit di luar angkasa, kita dapat mengerti lebih baik mengenai atmosfer dan fungsinya untuk bumi.

Secara keseluruhan, dapat dikatakan bahwa kehidupan di bumi didukung oleh tiga hal, yaitu adanya atmosfer, adanya energi yang datang dari sinar matahari, dan hadirnya medan magnet bumi. Tidakkah Kita mensyukuri akan hal itu..?

Atmosfer diketahui menyerap sebagian besar energi sinar matahari, mendaur ulang air dan beberapa komponen kimia lainnya, dan bekerjasama dengan muatan listrik dan magnet yang ada untuk menghasilkan cuaca yang nyaman. Atmosfer juga melindungi kehidupan bumi dari ruang angkasa yang hampa udara dan bersuhu rendah.

Atmosfer terdiri atas lapisan-lapisan gas yang berbeda-beda. 

Empat lapisan dapat dibedakan berdasarkan perbedaan suhu, perbedaan komposisi bahan kimia, pergerakan-pergerakan bahan kimia di dalamnya, dan perbedaan kepadatan udara.

Keempat lapisan tersebut adalah Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, dan Thermosfer, atau dapat pula dibagi menjadi tujuh lapis, yaitu :
  1. Troposphere
  2. Tropopause
  3. Stratosphere
  4. Stratopause
  5. Mesosphere
  6. Mesopause
  7. Thermosphere
Sebagaimana yang dijelaskan pada Tafsir Al Qur’an Kementerian Agama RI dan TAFSIR ILMI dari Q.S. Al-Baqarah : 29. Silahkan di buka Tafsirnya, bagi yang sudah punya..

Komposisi gas di atmosfer terutama terdiri atas nitrogen (78%), oksigen (21%), dan argon (1%). Beberapa komponen yang sangat berpengaruh pada iklim dan cuaca juga hadir, meski dalam jumlah yang sangat kecil seperti uap air (0,25%), karbondioksida (0,036%),dan ozone (0,015%).

Artikel ini adalah salah satu contoh kecil dari pembahasan TAFSIR ILMI.

Tafsir ilmi Jilid 9 : Manfaat Benda Langit
Tafsir ilmi Jilid 9 : Manfaat Benda Langit

Ingin memiliki Paket Kitab Tafsir ilmi ?

Silahkan


Untuk Informasi dan pemesanan, hubungi : 

Mas Priyo

SMS / Telp : 087-837-833-777

Whatsapp : 088-225-363-321




BAGIKAN artikel ini jika bermanfaat.


JazaakAllahu khairan katsiir…

Share this

Artikel Terkait

Previous
Next Post »